Nama : Titi Komariah Septiyanti
NPM : 56415912
Pengertian Manusia dan kegelisaan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah , yang berarti tidak tentram hatinya ,
selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Tidak lain dari semua
itu adalah reaksi natural psikologis dan phisiologis akibat ketegangan saraf
dan kondisi-kondisi kritis atau tidak menyenangkan. Pada masing-masing orang
terdapat reaksi yang berbeda dengan yang lain, tergantung faktor-faktornya, dan
itu wajar. Adapun bahwa manusia selalu merasa gelisah hingga membuatnya
mengeluarkan keringat dingin, jantungnya berdetak sangat kencang, tekanan
darahnya naik pada kondisi. Serta dapat juga kegelisahan merupakan hal
yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa
kwatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahanhanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik
seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan merupakansalah satu ekspresi
kecemasan. Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan
kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalh kecemasan atau kegelisahan
berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan,
bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
B.Macam-macam kegelisahan :
1)Kegelisahan negatif
Kegelisahan yang berlebih-lebihan/yang melewati batas, yaitu kegelisahan yang
berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang yang mengalaminya sama
sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau langkah-langkah konkret
untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kegelisahan dalam
‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak ada.
2)Kegelisahan positif
Kegelisahan dalam arti yang baik digunakan sebagai kesadaran yang dapat menjadi
spirit dalam memecahkan banyak permasalahan, sebagai tanda peringatan,
kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang
secara tak terduga. Ia juga merupakan kekuatan dalam menghadapi kondisi-kondisi
baru dan dapat membantu dalam beradaptasi.
Singkatnya, ia merupakan faktor penting yang dibutuhkan manusia. Sedangkan
“kegelisahan negatif” jelas sangat membahayakan, seperti gula pada darah;
ketika ketinggian kadarnya membahayakan kesehatan manusia.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan.
Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan kecemasan,
kekhawatiran, ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga
dengan masalah frustasi yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang
mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
C.Macam-Macam Kecemasan:
Menurut Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga macam,
yakni :
a) Kecemasan obyektif/kenyataan
Kecemasan obyektif adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan
suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan
sesorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya
kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang
mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada di dekat dengan
benda- benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya. Misalnya,
ketakuatn terhadap kegelapan mungkin merupakan pembawaan dari generasi
sebelumnya.
Rasa ketakutan atau kecemasan ini lebih mudah diperoleh
selama masih bayi atau kanak- kanak, karena organisme yang masih muda lemah
dalam menghadapi bahaya- bahaya dari luar dan sering kali dikuasai oleh
ketakutan egonya belum berkembang sampai titik, dimana organisme dapat
menguasai rangsangan- rangsangan yang jumlahnya berlebihan. Itulah sebabnya
kita perlu melindungi anak yang masih kecil terhadap pengalaman- pengalaman
traumatic (pengalaman kecemasan).
b) Kecemasan neurotis (saraf)
ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Kecemasan
neurotis selalu berdasarkan kecemasan tentang kenyataan, dalam arti kata bahwa
seseorang harus menghubungkan suatu tuntutan naluriah dengan bahaya dari luar
sebelum ia belajar merasa takut terhadap naluri- nalurinya. Kecemasan neurotis
dapat dibedakan dalam tiga bentuk:
1. Bentuk kecemasan yang berkisar
dengan bebas dan menyesuaikan dirinya dengan segera pada keadaan lingkungan
yang kira- kira cocok. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang
gelisah, yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.
2. Bentuk ketakutan yang tegang dan
irasional (phobia). Sifat khusus dari pobia adalah bahwa, intensitif ketakutan
melebihi proporsi yang sebenarnya dari objek yang ditakutkannya. Misalnya,
seorang gadis takut memegang benda yang terbuat dari karet. Ia tidak mengetahui
sebab ketakutan tersebut, setelah di analisis; ketika masih kecil dulu ia
sering diberi balon oleh ayahnya, satu untuk dia dan satu untuk adiknya,
sehingga ia mendapatkan hukuman yang keras dari ayahnya. Hukuman yang
didapatnya dan perasaan bersalah menjadi terhubung dengan balon karet.
3. Reaksi gugup atau setengah gugup,
reaksi ini munculnya secara tiba-tiba tanpa adanya provokasi yang tegas. Reaksi
gugup ini adalah perbuatan meredakan diri yang bertujuan untuk membebaskan
seseorang dari kecemasan neurotis yang sangat menyakitkan dengan jalan
melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh dia. Meskipun ego dan super ego
melarangnya.
c) Kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang . Tiap pribadi memiliki
bermacam macam emosi antar lain: iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah,
dan lain lain. Sifat sifat seperti itu adalah sifat sifat yang tidak terpuji ,
bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan
putus asa .
Misalnya sesorang yang mersa dirinya kurang ganteng, maka dalam pergaulan ia
terbatas kalau ia tidak tersisihkan, sementara itu ia pun tidak berprestasi
dalam berbagai kegiatan, sehingga kawan kawannya lebih dinilai sebgai lawan.
Ketidakmampuannya menyamai kawan kawannya demikian menimbulkan kecemasan moril.
Studi kasus; manusia memang tak luput dari kesalahan dan
dari kesalahan inilah manusia sering kali gelisah oleh Karena itu dalam
pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekhawatiran
ataupun ketakutan. Masalh kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan
masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang
mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai yang terkadang
juga berbuat dan berakibat fatal bagi dirinya.
D.Bentuk – bentuk kegelisahan dalam diri manusia dapat
menjelma seperti :
1. Keterasingan
Terasing, diasingkan atau sedang dalam keterasingan sudah ada sejak puluhan
bahkan ribuan tahun lamanya. Dimana terasing pada dasarnya dapat didefinisikan
sebagi bentuk kehilangan eksistensi diri yang disebabkan tidak adanya pengakuan
tentang keberadaan kita “secara hakikat” atau dengan kata lain merasa
tersisihkan dan termarjinalkan oleh diri sendiri dan orang lain dalam pergaulan
atau mayarakat. Keterasingan disebabkan oleh dua faktor, yaitu :
A. Faktor intern, atau fakor yang berasal dari dalam diri
sendiri seperti merasa berbeda dengan orang lain, rendah diri dan bersikap
apatis dengan lingkungan.
B. Faktor ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar diri.
Faktor ini pun biasanya bersumber pada faktor yang pertama.
2. Kesepian
Aplikasi dan perwujudan dari terasing adalah kesepian. Jika seseorang sudah
merasa diasingkan maka orang tersebut akan mengalami kesepian dalam diri dan
lingkungan sehingga merasa kesepian. Jika hal ini terus dibiarkan maka orang
tersebut akan kehilangan unsur dan karakter unik dalam dirinya senhingga dia
pun sulit untuk mengenali dirinya.
3. Ketidakpastian
Berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan,
tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas. Itu semua
disebabkan oleh pikiran yang tidak dapat berkonsentrasi yang mengacaukan
pikirannya.
E.Mengapa Kegelisahan sering Dialami Manusia?
Umumnya manusia tidak menyukai kegelisahan dan mendambakan
kebahagiaan. Tapi justru yang ditakutkan itu sering datang pada kehidupan kita.
Dan yang didambakan itu sering menjauh dari kita. Mengapa?
Kegelisahan tidak jarang bersahabat dengan umumnya kita. Ada
yang gelisah karena faktor-faktor materi, ada juga yang bukan karena hal-hal
yang material. Mungkin kegelisahan itu disebabkan antara lain:
1. Kesulitan ekonomi
2. Takut kehilangan harta, jabatan dan
popularitas
3. Penyakit yang menahun
4. Kesulitan mendapatkan pasangan hidup yang
ideal
5. Takut kehilangan pasangan hidup
6. Khawatir gagal dalam berkarier
7. Dan lainnya
OPINI :
kegelisahan sebenarnya bisa diatasi tetapi terkadang manusia
sulit untuk mengatasinya. kegelisahan dapat di lawan dengan ketenangan,
tetapi itu sulit diatasi oleh manusia. dalam keadaan tertekan manusia sering
mengalami kegelisahan, egelisahan selalu menyelimuti manusia. salah
satu cobaan pada diri manusia adalah kegelisahan. dan bedanya kegelisahan ini
dengan cobaan yang lain adalah kita dapat merasakannya walaupun tak ada yang
menyakiti kita. kegelisahan dapat terjadi saat diri kita berada dalam situasi
ketidakpastian, kesepian, ataupun keterasingan. bahkan kita tidak mengetahui
penyebab kita gelisah. dan memang hidup itu penuh misteri. manusia tidak akan
pernah